Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
About me Facebook Page Facebook Grup
Eramuslim Hidayatullah Arrahmah Voa Islam Underground Tauhid Khilafah.com Jihadwatch.org Islamcity.com
Jurnal Haji MakkahTv live Wisata Haji Media Haji Spirit Haji
Digital Haji Streaming Software Alharam-Nabawi Ceramah kristolog Ceramah Yahya waloni Purgatory: Beauty Lies Beneath Hiphop Native Deen Dialog Muallaf-Murtad Kajian Islam-kumpulan hadits qudsi DOWNLOAD GRATIS EBOOK ALQUR'AN DAN KITAB-KITAB PENGARANG TERKENAL FREE DOWNLOAD EBOOK KRISTOLOGI
Fakta [area] Kisah [area] Kritisi [area] Motivasi [area] Mukhasabah [area] Muslimska [area] Sejarah [area] Puisi [area] Samara [area]
21.4.17 | Jumat, April 21, 2017 | 0 Comments

NIKAH DAN MENCOCOKKAN

 

Mooner [area]- Guys, Benarkah menikah haruz didasari oleh kecocokan? Jadi, Kalau dua-duanya doyan jengkol, berarti ada gejala untuk bisa langgeng ya..?

Kalau sama-sama suka Kue lemper berarti masa depan cerah gitchu ya,,,(is that simple..? )




Sob, itu semua sejatinya bukan ukuran untuk menikah atau mempertahankan (harusnya,pen) pernikahan. Tapi coba antum-antum semua semua simak baik-baik analogi-analogi ane berikut ini :


Bilamana sepasang sandal yang hanya punya bagian kiri dan

kanan, maka disebut sepasang sendal, tapi jika ada sebelah apakah masih bisa disebut sepasang sendal ? (yang ada malah dibuang), begitu jua dengan menikah, nikah berarti persatuan dua manusia, pria dan wanita (kanan dan kiri). Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya, tapi karena bedanya itu, yang bisa dianalogikan seperti sendal, maka akan terjadi harmonisasi dan keindahan.


Ada Beda..? sudah pasti.. justru dari yang beda itu (tidak cocok) bisa membuat pasangan saling melengkapi seperti halnya sendal (kanan dan kiri), saling ngelengkapi satu sama lain. 


Ingat guys, Kecocokan (kesamaan) minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar lho namun dalam agama kita juga diajarkan nyari pasangan yang sekhufu' (padan/imbang/sama), tapi bukan berarti itu mengekang kita, untuk memilih pasangan yang nggak sekhufu'  misal : orang jawa nikahi orang china atau orang arab atau orang etnis luar jawa, itu fine2 aja asal sadar resiko untuk adaptasi lebih, mungkit dalam hal makanan pola hidup dan lain sebagainya. Tapi alangkah arifnya orang nikah itu jangan nyari- nyari PR, karena nikah itu banyak hal yang harus segera kita eksekusi.


 
Sobat fillah, MENIKAH itu merupakan  proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang bermental strong dan berani hadapi konsekuensi. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan serta punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.



Kedengarannya sih indah dan remeh bingiiiit, tapi kenyataannya..? Terkandang 2 otak berbeda diHarus ada 'Komunikasi Dua Arah', 'Ada kerelaan untuk mendengar kritik', 'Ada keikhlasan meminta maaf', 'Ada ketulusan melupakan kesalahan, dan keberanian untuk mengemukakan pendapat secara JUJUR' dan bijak.


Sekali lagi ya guys...


MENIKAH bukanlah sekedar upacara yang diramaikan dengan gending-gendang cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cleopatra serta pelaminan ala Raffi Nagita apalagi barisan mobil undangan yang memacetkan jalan.




MENIKAH adalah berani memutuskan untuk segera berlabuh kedermaga, ketika ribuan "kapal pesiar" yang gemerlap memanggil-manggil.




MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang, dua keluarga, dua kebiasaan, dan dua-dua lainnya. Salah satunya adalah dua ego yang [mungkin] bak batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan (sensor) yang berkepanjangan, dimana batu-batu ego itu wajib kita format jadi rangkaian bunga nan elok menawan.



Masalahnya pun bukanlah menikah dengan anak siapa, saldo rekeningnya berapa serta mobil serta rumahnya ada berapa, bukanlah pula rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah jua sekedar perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...



MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Namun jika Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup anda..??



MENIKAH sangat membutuhkan keberanian level tertinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk bisa saling 'MENERIMA' dan 'MEMAAFKAN', dan [bukan] sekedar MENERIMA kritikan atau MEMAAFKAN kesalahan semata akan tetapi MENERIMA dan MEMAAFKAN dalam scope yang yang luas dan mendalam yaitu keikhalas, kesabaran serta ketawakkalan dalam memaknai pasangan itu sendiri bukan dari sekedar kecocokan atau pencocokan, sebab bukan tak mungkin disanalah letak ke- jaim-an serta kemunafikan bersemayam.




Wallahua'lam..

To: KUIZ

0 Comment [area]:

 
[muslimska]MOONER area © 2010 - All right reserved - Using Copyright: hanya mutlak Punya Allah SWT
WARNING: keseluruhan isi blog ini free copy paste tanpa perlu izin penulis..Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu akbar