Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
About me Facebook Page Facebook Grup
Eramuslim Hidayatullah Arrahmah Voa Islam Underground Tauhid Khilafah.com Jihadwatch.org Islamcity.com
Jurnal Haji MakkahTv live Wisata Haji Media Haji Spirit Haji
Digital Haji Streaming Software Alharam-Nabawi Ceramah kristolog Ceramah Yahya waloni Purgatory: Beauty Lies Beneath Hiphop Native Deen Dialog Muallaf-Murtad Kajian Islam-kumpulan hadits qudsi DOWNLOAD GRATIS EBOOK ALQUR'AN DAN KITAB-KITAB PENGARANG TERKENAL FREE DOWNLOAD EBOOK KRISTOLOGI
Fakta [area] Kisah [area] Kritisi [area] Motivasi [area] Mukhasabah [area] Muslimska [area] Sejarah [area] Puisi [area] Samara [area]
24.1.13 | Kamis, Januari 24, 2013 | 0 Comments

Rasul Berbicara Tentang Sahabatnya


NABI Muhammad SAW, sosok manusia sempurna. Kesempurnaannya ini bukan karena apa yang nampak darinya melebihi manusia pada umumnya, namun kesempurnaannya adalah dari kesederhanaannya.


Kesederhanaannya dalam bertutur kata, kesederhanannya dalam berpenampilan, kesederhanaannya dalam menikmati kehidupan.

Hebatnya lagi, Muhammad SAW mampu membuat orang yang berada didekatnya dan orang-orang yang berinteraksi dengannya menjadi lebih berarti dan berharga. Kondisi ini menyebabkan orang-orang merasa senang berlama-lama untuk terus berada di dekat Muhammad SAW.


Ane sempat membaca beberapa kisah para sahabat Nabi SAW, dari kisah para Sahabat yang telah ane baca Mulai dari Sirah Nabawiyah ato dari biografi atau kumpulan kisah para sahabat, hampir semuanya terdapat perkataan Muhammad SAW tentang potensi yang berbalut pujian dan motivasi terhadap para sahabatnya.
Sehingga tak heran para sahabatnya begitu nyaman membersamainya.

Bahkan, dapat ane simpulkan dari sekian banyak Shahabat yang beliau miliki, beliau hapal secara keseluruhan serta memahami karakteristik dari masing-masing sahabat.


Untuk membuktikannya, berikut ini kutipan-kutipan BIJAK ucapan Muhammad SAW kepada para sahabatnya.


Abu Bakar Ash-Shiddiq: “Hai Abu Bakar, janganlah engkau menangis. Sesungguhnya orang yang paling menjaga amanat dalam persahabatan dan harta adalah Engkau. Andaikata aku harus mengangkat pendamping dari Umat-ku, niscaya ku angkat dirimu sebagai pendampingku.”


Umar Ibn Khattab: “Hai Umar, tidaklah setan berjumpa denganmu sedangengkau berjalan di satu sisi, melainkan ia berjalan di sisi yang tidak engkau lalui.”


Ustman bin ‘Affan: “Bukalah pintu bagi Usman, dan beritahukanlah bahwa ia masuk syurga.”


Ali bin Abi Thalib: “Engkau sebagian dari padaku, dan aku sebagian dari padamu.”


Mush’ab bin Umair: “Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Alloh dan Rasul-Nya.”


Salman Al-Farisi: “Sungguh Salman telah dipenuhi dengan ilmu”, “Salman adalah golongan kami, ahlul bait…”


Abu Dzar Al-Ghifari: “Takkan pernah lagi dijumpai di bawah langit ini, orang yang lebih benar ucapannya dari Abu Dzar…!”


Abdullah bin Umar: “Akan menjadi laki-laki paling utamalah Abdullah itu, andainya ia sering sholat malam dan banyak melakukannya!”


Sa’ad bin Abi Waqqosh: “Sekarang akan muncul di hadapan tuan-tuan seorang laki-laki penduduk surga”, “Panahlah hai Sa’ad! Ibu Bapakku menjadi jaminan bagimu…!”


Shuhaib bin Sinan: “Beruntunglah perdaganganmu, hai Abu Yahya! Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya!”


Mu’adz bin Jabal: “Ummatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Mu’adz bin jabal”, “Mu’adz bin jabal adalahpemimpin golongan ulama di hari kiamat…”, “Hai Mu’adz! Demi Allah saya sungguh sayang kepadamu. Maka jangan lupa setiap habis sholat mengucapkan: Ya Allah, bantulah daku untuk selalu ingat dan syukur serta beribadat dengan ikhlaskepada-Mu…!”


Miqdad bin ‘Amr: “Sungguh, Allah telah menyuruhku untuk mencintaimu, dan menyampaikan pesan-Nya padaku bahwa Ia mencintaimu.”


Hamzah bin Abdul Muthalib: “Melimpahlah atasmu Rahmat ar-Rahim. Akulah saksi bagimu dihadapan  al-Hakim. Engkaulah pendekar penyambung silaturrahim. Berbuat kebaikan pembela yang didzholimi…”


Dan masih banyak lagi…Ucapan-ucapan beliau (Rasulullah) berisi penguatan-penguatan positif. Bukan hanya berbentuk pujian, motivasi serta do’a namun ucapan Muhammad SAW mengandung perintah seperti yang diucapkan beliau kepada Abdullah bin Umar. Dari ucapan Muhammad SAW dapat kita pahami bahwa Muhammad SAW memerintahkan Abdullah bin Umar untuk senantiasa melaksanakan sholat malam, tetapi kalimatnya bukanlah jenis kalimat perintah, sehingga tidak menyebabkan lawan bicaranya merasa tersinggung atau 'under-estimate'.

Bahkan sebaliknya, kalimat yang beliau ucapkan dibungkus dengan hal-hal positif berupa pujian, dan ternyata setelah itu Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan sholat malam baik dikala bermukim maupun bepergian (musafir-red).Luar biasa bukan?

Seorang pengemban amanah yang sangat besar serta 'multi-talent' memiliki kemampuan dalam bidang olahraga gulat, jenius dalam menyusun strategi perang, psikolog danpublic speakeryang handal, cerdas dalam perdagangan, pintar dalam manajerial tidakragu untuk mengakui potensi-potensi sahabatnya hanya karena beliau merasa bahwa dirinya seorang Rasul. Indikasinya yakni ucapan-ucapan beliau yang sederhana namun bermakna kepada para shahabat.


Meski dengan segudang potensi, Muhammad SAW tidak pernah mengucapkan perkataan yang merendahkan orang lain serta bermaksud untuk menyakiti lawan bicaranya. Beliau menggunakan lisannya untuk kebaikan dan kebermanfaatan. Dengan hidayah Allah, Muhammad SAW mampu mengkonversi orang yang semula berada dalam kejahilan kembali kepada cahaya-Nya melalui sikap, perbuatan bahkan ucapan. Sebut saja Umar bin Khattab, Khalid bin Walid dan Abu Sufyan
, setelah berinteraksi dengan Muhammad SAW, mereka menjadi orang-orang yang berada digarda terdepan dalammembela Islam. padahal sebelumnya mereka adalah orang-orang yang paling menentang kebenaran yang dibawa Muhammad SAW.


Tidak diragukan lagi, menjadikan beliau panutan adalah sebuah keharusan. Sayangnya, seringkali kita membuat-buat excuse (pemakluman) yang sangat klise sebagai pembenaran atas perbuatan yang tidak sesuai dengan anjuran Muhammad SAW dengan berkata
Wajar saja, beliau itukan nabi…!” Tetapi, bukankah beliau juga seorang manusia guys..?

Lantas kenapa gak bisa untuk kita, mumpung masih moment Maulid Nabi, mari kita rayakan dengan cara yang lebih 'militan' yakni dengan meniru nilai-nilai perjuangannya, Misalnya: hidup sederhana, dakwah dimulai dari lingkup keluarga, Jujur, Amanah,dll.
bukan sekedar perayaan pesta pora yang syarat kemubadziran.


Wallahua'lam..

0 Comment [area]:

 
[muslimska]MOONER area © 2010 - All right reserved - Using Copyright: hanya mutlak Punya Allah SWT
WARNING: keseluruhan isi blog ini free copy paste tanpa perlu izin penulis..Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu akbar