Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
About me Facebook Page Facebook Grup
Eramuslim Hidayatullah Arrahmah Voa Islam Underground Tauhid Khilafah.com Jihadwatch.org Islamcity.com
Jurnal Haji MakkahTv live Wisata Haji Media Haji Spirit Haji
Digital Haji Streaming Software Alharam-Nabawi Ceramah kristolog Ceramah Yahya waloni Purgatory: Beauty Lies Beneath Hiphop Native Deen Dialog Muallaf-Murtad Kajian Islam-kumpulan hadits qudsi DOWNLOAD GRATIS EBOOK ALQUR'AN DAN KITAB-KITAB PENGARANG TERKENAL FREE DOWNLOAD EBOOK KRISTOLOGI
Fakta [area] Kisah [area] Kritisi [area] Motivasi [area] Mukhasabah [area] Muslimska [area] Sejarah [area] Puisi [area] Samara [area]
28.11.12 | Rabu, November 28, 2012 | 0 Comments

GARWO (Sigarane Nyowo)


   Mooner [area]- Kata-kata indah itu baru bermakna bila kita menjalankan dan merasakannya. Dulu ane tidak memahami mendalam makna kata, “Jika kamu merasa bisa, pasti kamu bisa.” Ane baru bener-bener paham kata-kata itu setelah punya bebarapa pengalaman hidup dalam hal mewujudkan impian-impian hidup yang oleh sebagian orang diyakini tidak mungkin.   Ane dulu juga nggak begitu 'ngeh' makna kalimat, “Di balik pria yang sukses terdapat wanita yang hebat, yaitu istrinya.” ane bener-bener menyadari kata-kata itu setelah dulu ane sering pergi ke berbagai tempat tanpa istri ane (baca:sebelum nikah). Di dalam kamar hotel sendirian, itu sangat menyiksa, sulit tidur dan selalu terbayang wajah istri. Begitu pula, bila ane grogi dan tidak percaya diri ketika hendak tampil memberikan share motivasi di beberapa forum, ane seringnya telpon atau SMSin istri ane karena dengan itu baru bisa membuat ane jauh lebih  tenang.     Bagi sebagian orang Jawa, istri itu dibilang “garwo” alias sigarane nyowo (separuh jiwa). Tapi bagi ane, istri itu bukan hanya “garwo”, tetapi lebih dari itu, ia ibarat air, Tanpa air, kita tak bisa hidup, 70 persen lebih tubuh kita terdiri dari air. Begitu susunan air di tubuh kita rusak, maka rusak pula tubuh kita. Ia sangat penting dalam keberlangsungan hidup kita dan kejernihan karier hidup kita.     Istri juga partner dan mitra suami. Istri bukan staf apalagi pembantu kita. Sungguh hinalah lelaki yang menikahi wanita karena alasan agar ada yang mencuci atau memasak buat dirinya. Wanita itu ada untuk menyempurnakan hidup kita. Ia ada agar hidup kita semakin “hidup” (iklan kaleee..). Ia ada untuk mendampingi kita ke jalan yang diridhai-Nya. Ia mitra dalam mendidik, mengarahkan, dan mendampingi anak-anak agar kelak manjadi generasi yang Sukses, Mulia, hebat di dunia dan selamat di akhirat..Amiiin.     Istri juga ibarat “pakaian” buat kita. Dialah yang menghangatkan saat kita kedinginan. Dialah manusia yang rela menutupi kotoran-kotoran dan kelemahan dalam hidup kita. Dialah yang “mempertampan” penampilan kita. Tanpa pakaian, kita tak akan berani keluar rumah. Tanpa istri, kitapun bukan siapa-siapa.     Istri juga pengganti ibu. Usai kita lelah mencari nafkah, usai kita mendapat tepuk tangan dan apresiasi dari banyak orang, sesampainya di rumah kita perlu bermanja. Saat di rumah kita ingin seperti “anak bungsu”, dimanja, tidur di pangkuan, dibelai, dan dilayani seperti anak-anak balita. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh istri kita.     Istri ada untuk dijaga. Istri ada untuk dimanja. Istri ada, untuk dimuliakan. Istri ada, untuk menjadi mitra mengumpulkan bekal bertemu dengan Sang Maha segala atas segala  Insyaallah.....     Itulah sebabnya Istri itu perannya amat vital bagi kesuksesan atau kerusakan kita (kaum Adam), maka bersyukurlah anda yang udah punya istri, tapi bagi yang belom..maka lekaslah nikah atau bersabarlah....     Wallahua'lam..
Mooner [area]- Kata-kata indah itu baru bermakna bila kita menjalankan dan merasakannya. Dulu ane tidak memahami mendalam makna kata, “Jika kamu merasa bisa, pasti kamu bisa.” Ane baru bener-bener paham kata-kata itu setelah punya bebarapa pengalaman hidup dalam hal mewujudkan impian-impian hidup yang oleh sebagian orang diyakini tidak mungkin.

 Ane dulu juga nggak begitu 'ngeh' makna kalimat, “Di balik pria yang sukses terdapat wanita yang hebat, yaitu istrinya.ane bener-bener menyadari kata-kata itu setelah dulu ane sering pergi ke berbagai tempat tanpa istri ane (baca:sebelum nikah). Di dalam kamar hotel sendirian, itu sangat menyiksa, sulit tidur dan selalu terbayang wajah istri. Begitu pula, bila ane grogi dan tidak percaya diri ketika hendak tampil memberikan share motivasi di beberapa forum, ane seringnya telpon atau SMSin istri ane karena dengan itu baru bisa membuat ane jauh lebih  tenang.

Bagi sebagian orang Jawa, istri itu dibilang “garwo” alias sigarane nyowo (separuh jiwa). Tapi bagi ane, istri itu bukan hanya “garwo”, tetapi lebih dari itu, ia ibarat air, Tanpa air, kita tak bisa hidup, 70 persen lebih tubuh kita terdiri dari air. Begitu susunan air di tubuh kita rusak, maka rusak pula tubuh kita. Ia sangat penting dalam keberlangsungan hidup kita dan kejernihan karier hidup kita.

Istri juga partner dan mitra suami. Istri bukan staf apalagi pembantu kita. Sungguh hinalah lelaki yang menikahi wanita karena alasan agar ada yang mencuci atau memasak buat dirinya. Wanita itu ada untuk menyempurnakan hidup kita. Ia ada agar hidup kita semakin “hidup” (iklan kaleee..). Ia ada untuk mendampingi kita ke jalan yang diridhai-Nya. Ia mitra dalam mendidik, mengarahkan, dan mendampingi anak-anak agar kelak manjadi generasi yang Sukses, Mulia, hebat di dunia dan selamat di akhirat..Amiiin.

Istri juga ibarat “pakaian” buat kita. Dialah yang menghangatkan saat kita kedinginan. Dialah manusia yang rela menutupi kotoran-kotoran dan kelemahan dalam hidup kita. Dialah yang “mempertampan” penampilan kita. Tanpa pakaian, kita tak akan berani keluar rumah. Tanpa istri, kitapun bukan siapa-siapa.

Istri juga pengganti ibu. Usai kita lelah mencari nafkah, usai kita mendapat tepuk tangan dan apresiasi dari banyak orang, sesampainya di rumah kita perlu bermanja. Saat di rumah kita ingin seperti “anak bungsu”, dimanja, tidur di pangkuan, dibelai, dan dilayani seperti anak-anak balita. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh istri kita.

Istri ada untuk dijaga. Istri ada untuk dimanja. Istri ada, untuk dimuliakan. Istri ada, untuk menjadi mitra mengumpulkan bekal bertemu dengan Sang Maha segala atas segala
Insyaallah.....

Itulah sebabnya Istri itu perannya amat vital bagi kesuksesan atau kerusakan kita (kaum Adam), maka bersyukurlah anda yang udah punya istri, tapi bagi yang belom..maka lekaslah nikah atau bersabarlah....

Wallahua'lam.. 

0 Comment [area]:

 
[muslimska]MOONER area © 2010 - All right reserved - Using Copyright: hanya mutlak Punya Allah SWT
WARNING: keseluruhan isi blog ini free copy paste tanpa perlu izin penulis..Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu akbar