Manusia selalu menginginkan yang tidak dimiliki. Simple saja, ketika dia berada di satu tempat, dia pasti menginginkan berada di tempat lain. Nafsu salah satu penyebabnya. Inilah manusia normal yaitumempunyai nafsu. Beda orang beda pengelolaan nafsunya, ada yang mengelolanafsunya denga otak dan ada juga yang menggunakan hati.
Nafsu yang di kelola dengan otak akan lebih berbahaya. Otak hanya menelusuri logika saja tanpa ada hal lain. Lalu bagaimana dengan hati? Dengan hati nafsu bisa di kelola menjadi lebih baik, paling tidak itu kesimpulan saya. Jadi teringat kata-kata Luqmanul Hakim, ketika ada yang meminta kepadanya untuk memberikan hal terburuk dari ternak sembelihannya dia memberikan hati dan ketika orang tadi memintanya kembali untuk di berikan organ sembelihannya yang paling baik Luqmanul Hakim juga memberikan orang tadi hati. Ini suatu pertanda bahwa hati bisa mengontrol keseluruhan pemikiran manusia. Jika hati seseorang itu baik maka baiklah dia dan sebaliknya, ketika hatinya busuk maka busuklah manusia itu.
Jadi teringat presentasi makalah waktu kuliah dulu. saya dengan sangat yakin memprovokasi teman-teman dengan semangat “ Do you know, what is the most important things in our body?” Dengan penuh keyakinan teman saya menjawab “ the most important think in our body is brain”. Maaf teman-teman saya terlalu berambisi menjadikan otak sebagai indicator yang paling penting dalam tubuh kita. Otak memang sangat penting tapi hanya batasan sebagai softwarenya tubuh ini dan hatilah yang mengatur bahkan software itu sendiri.
Jadi teringat satu hal yang pernah saya dengar dalam sebuah percakapan yang tidak tentu arah. “kenapa ya, yang haram itu enak?” ini pernyataan yang hanya sebatas ungkapan saja. Oooh tidak! Ternyata ada hal lain dalam kalimat tersebut. Seolah bersembunyi di balik kata-kata. Ya sih pengungkap kalimat tadi menunjukkan bahwa dia sangat penasarandan ingin tahu dengan hal yang tidak diperbolehkan.
Menjadi muslim itu sangat indah. Setiap aktifitas yang terjadi sehari-hari pun di atur bagaimana menjalankannya. Babi itu haram di karenakan kandungan cacing pita dalam tubuhnya dan akan sangat membahayakan bagi manusia. Sekarang zaman sudah berubah, modernisasi menjadi suatu hal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Daging babi yang dulu diindikasikan dengan banyaknya kandungan cacing pita bisa di musnahkan sama sekali. Daging babi bebas cacing pita, apa bisa berubah jadi halal ? Ternyata tidak juga sobat.
Babi itu mempunyai kebiasaan yang sangat buruk yaitu tidak punya sifat cemburu pada pasangannya. Satu betina dikawini oleh banyak pejantan secara gotong royong.
Sadis !! Ketika darah babi bercampur, menyatu dan mengalir dengan darah manusia. Ada kemungkinan sifatnya juga akan mengalir. Manusia dengan romantisme babi sungguh sangat biadap.
wallahua'lam
Komentar [area]:
0 Comment [area]:
Posting Komentar