Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
About me Facebook Page Facebook Grup
Eramuslim Hidayatullah Arrahmah Voa Islam Underground Tauhid Khilafah.com Jihadwatch.org Islamcity.com
Jurnal Haji MakkahTv live Wisata Haji Media Haji Spirit Haji
Digital Haji Streaming Software Alharam-Nabawi Ceramah kristolog Ceramah Yahya waloni Purgatory: Beauty Lies Beneath Hiphop Native Deen Dialog Muallaf-Murtad Kajian Islam-kumpulan hadits qudsi DOWNLOAD GRATIS EBOOK ALQUR'AN DAN KITAB-KITAB PENGARANG TERKENAL FREE DOWNLOAD EBOOK KRISTOLOGI
Fakta [area] Kisah [area] Kritisi [area] Motivasi [area] Mukhasabah [area] Muslimska [area] Sejarah [area] Puisi [area] Samara [area]
15.1.12 | Minggu, Januari 15, 2012 | 0 Comments

pemuda yang bakti pada ibunya

Al-Baghawi menceritakan kepada peserta pengajiannya, di kalangan Bani Israil ada seorang lelaki yang salaeh. Ia punya seorang anak kecil dan seekor anak lembu. Menjelang hari kematiannya, lelaki itu melepaskan anak lembu tersebut di suatu hutan seraya berdo'a. "Wahai Tuhanku, aku menitipkan anak lembu ini untuk anakku sampai ia besar."

Doa lelaki itu dikabulkan oleh Allah Swt. Setelah ia meninggal dunia, anak lembu itu tidak pernah keluar hutan. Bahkan ia senantiasa menyembunyikan diri dari setiap orang yang melihatnya.


Setelah anak yang salah itu dewasa, ia membaktikan hidup pada ibunya. Pekerjaannya sehari-hari mencari kayu bakar dan menjualnya sendiri di pasar. Hasil jerih payahnya itu ia bagi tiga, untuk sedekah, untuk makan, dan untuk ibunya. Ia pun membagi waktu malamnya menjadi tiga: sepertiga malam untuk beribadah, sepertiga lagi untuk tidur dan yang sepertiga untuk menunggui ibunya.

Suatu hari ibunya mengatakan, "Sesungguhnya ayahmu meninggalkan anak lembu untukmu yang dilepas di suatu hutan. Pergilah engkau dan berdo'alah kepada Tuhannya Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq dan Nabi Ya'qub supaya Dia mengembalikan anak lembu itu padamu. Tanda-tandanya apabila engkau menemukannya akan heran melihat cahaya matahari keluar dari kulitnya karena sedemikan putiyhnya. Lembu itu dinamakan lembu emas karena baik dan putihnya."

Pergilah anak muda itu ke hutan, dan menemukan lembu yang dimaksud lalu ia berkata, "Demi Tuhan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, dan Nabi Ya'qub, tenanglah engkau disitu".

Lembu itu menghampiri anak muda itu dan berhanti tepat di depannya. Lantas si pemuda tersebut menuntunnya pulang.

"Hai anak muda yang bakti pada ibunya," tegur lembu tersebut. "Naikilah aku supaya ringan bagimu".
Anak muda itu menjawab, "Sesungguhnya ibuku tidak memerintahkan aku menaikimu, tetapi memerintahkan aku membawamu pulang."
"Demi Tuhannya Bani ISrail," sumpah lembu tersebut. "jika engkau menaiki aku (yang berarti tidak menaati perintah ibunya), niscaya engkau tidak dapat menguasaiku untuk selamanya. Maka berjalanlah engkau, karena sesungguhnya andaikan engkau memerintahkan sebuah gunugn berjalan sendiri untuk engkau naiki, niscaya gunung itu akan menurut semata-mata baktimu kepada ibumu."

Sesampai dirumah, ibunya berkata, "Anakku, engkau adalah orang fakir, Tidak punya harta, berpayah-payah mencari kayu bakar. Untuk itu juallah lembu ini."
"Dengan harga berapa aku harus menjualnya?"
"Tiga dinar, dan jangan engkau menjualnya tanpa persetujuanku, "pesan ibunya.

Pergilah pemuda tersebut membawa lembunya ke pasar. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk memperlihatkan kekuasaanNya dan memberitahukan bakti anak muda itu terhadap ibunya kepada makhluknya.
"Berapa dinar lembu ini akan engkau jual?", tanya malaikat itu.
"Tiga dinar, dan aku mengadakan perjanjian kepadamu dengan keridhaan ibuku,"jawab sang pemuda.
"ambillah enam dinar ini, dan usahlah engkau meminta persetujuan ibumu, "bujuk malaikat.
"bahkan engkau memberiku emas seberat lembu ini, takkan kuterima kecuali dengan keridhaan ibuku."
Anak muda itu segera pulang ke rumah dan memberitahukan kasus itu pada ibunya.
"Kembalilah engkau ke pasar, dan juallah lembu itu dengan enam dinar atas keridhaanku, "perintah ibunya.

Anak muda itupun kembali ke pasar.
"Sudahkan engkau minta persetujuan ibumu?", tanya malaikat tadi.
"Ibuku memerintahkan aku agar tidak mengurangi dari enam dinar," tutur si pemuda.
"Aku akan memberimu dua belas dinar, dengan syarat kau tidak usah meminta peresetujuan ibumu," imbuh malaikat itu lagi.
Pemuda itu kembali memberitahukan tawaran yang terakhir kepada ibunya. Sang ibu berkata, "Sesungguhnya orang yang datang kepadamu itu adalha malaikat. Ia menjelma dalam bentuk manusia untuk mengujimu. Untuk itu jika ia kembali kepadamu, tanyakanlah: apakah engkau mengizinkan aku menjual lembu ini atau tidak?"

Pemuda itu melaksakan perintah ibunya. Akhirnya malaikat tsb mengatakan, "Pulanglah engkau dan katakanlah pada ibumu agar merawat lembu ini baik-baik. Kelak Musan bin 'Imran akan membeli lembu darimu, karena da seseorang yagn mati terbunuh dari kaum Bani Israil. Untuk itu jangan engkau jual, kecuali dengan uang dinar seberat lembumu itu."

Pemuda itu pulang dan merawat lembunay baik-baik. Tak lama kemudan Allah SWT mentakdirkan Bani Israil supaya menyembeli seekor lembu*. Lalu mereka berkali-kali meminta supaya Nabi Musa as. menerangkan sifat-sifat lembu yang akan disembelihnya. Sehingga akhirnya lembu anak muda itulah yang memenuhi syarat. Dan itu semua terjadi semata-mata karena amal bakti anak muda itu kepada Ibunya.

*Lembu itu dimaksudkan sebagai perantara untuk mencari siapa pelaku pembunuhan yang terjadi di kalangan kaum Bani Israil. Karena setelah pembunuhan itu, masing-masing mereka saling menuduh sebagai pelakunya. Setelah mereka membawa persoalan itu kepada Nabi Musa as, Allah SWT menuruh mereka menyembeli seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali, dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebagian dari tubuh sapi itu. Kisah ini diterang di ( AlBaqarah ;67-73)

0 Comment [area]:

 
[muslimska]MOONER area © 2010 - All right reserved - Using Copyright: hanya mutlak Punya Allah SWT
WARNING: keseluruhan isi blog ini free copy paste tanpa perlu izin penulis..Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu akbar